Alamat     : Jl. Mentok
                 Kel.Keramat Kec.Rangkui Pangkalpinang
Telepone  : 0717-422930,4261475   Fax : 0717-422930
Email       : sman3@dinpendikpkp.go.id

cibi

CERDAS ISTIMEWA BAKAT ISTIMEWA

Shering

Kepsek ( Dra. S.R Kunlistiani), Walikota Pangkalpinang (Drs. H. Zulkarnain Karim, MM.), dan Bappeda Pangkalpinang(Drs.Edison Taher)

Workshop Komite

Wakil Walikota Pangkalpinang (H Malikul Amjad )membuka acara workshop Komite SMA Negeri 3 Pangkalpinang di Aula SMA Negeri 3 Pangkalpinang, di hadiri oleh Bappeda Pangkalpinang (Drs.Edison Taher)

HUT PGRI

Berphoto bersama di depan kantor Walikota dalam acara HUT PGRI Kepsek berserta Guru SMA Negeri 3 Pangkalpinang dengan pejabat-pejabat kota Pangkalpinang

Rapat Dewan Guru

Kepala SMA Negeri 3 Pangkalpinang ( Dra. S.R Kunlistiani) berserta Wakil Kepsek memeberikan arahan kepada guru-guru bertempat di Aula SMA Negeri 3 Pangkalpinang

Kepsek Beserta Wali Murid

Rapat Wali Murid di Aula SMA Negeri 3 Pangkalpinang

Rapat Adiwiyata

Rapat Adiwiyata Pengarahan ( Ibu Rosita, S.Pd)dan Kepsek (Dra. S.R Kunlistiani) beserta Dewan Guru di Aula SMA Negeri 3 Pangkalpinang

Pengarahan Kepala Dinas Pendidikan

Pengarahan dari Kepala Dinas Pendidikan(Drs.Akhmad Elvian), Kepsek(Dra. S.R Kunlistiani) beserta Dewan Guru di Aula SMA Negeri 3 Pangkalpinang

Selasa, 11 Juni 2013

Wisuda Purna SMA Negeri 3 Pangkalpinang 29 Mei 2013

SMA Negeri 3 Pangkalpinang Rabu 29 Mei 2013, Mewisuda Purna Siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2012/2013. Alhamdulillah tahun ini peserta Ujian Nasional SMA Negeri 3 Pangkalpinang lulus 100%. Sejumlah siswa berhasil meraih nilai terbaik pada beberapa mata ujian.

Acara Wisuda Purna berlangsung di Hotel Aston Soll Marina Pangkalpinang dengan dihadiri oleh Walikota Pangkalpinang (Drs. H. Zulkarnain Karim, MM), Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang(Drs. Akhmad Elvian), Kapolres Pangkalpinang(AKBP Bariza Sulfi) dan seluruh siswa kelas XII beserta orang tuanya. Acara yang berlangsung di Ballroom Astone Soll Marina Pangkalpinang ini dimulai pukul 08.00 wib, diawali dengan masuknya wisudawan dan wisudawati ke dalam area wisuda Purna.
Kemudian dilanjutkan dengan acara PWA (Purna Widya Aditama) atau perpisahan yang dimulai pukul 13.00 wib, acara ini berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan seni, baik itu seni tari, musik, maupun teater.
Untuk melihat album foto PWA dan Wisuda SMA Negeri 3 Pangkalpinang 29 Mei 2013 silahkan ke Gallery Photo dan Gallery Video SMA Negeri 3 Pangkalpinang
Kelik Disin : Gallery Video  

Minggu, 12 Mei 2013

PETUNJUK PELAKSAAN PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS DIKMEN TAHUN ANGGARAN 2013

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2013 diseluruh kab/kota, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah(Ditjen Dikmen) Kemdikbud melaksanakan sosialisasi petunjuk pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun Anggaran 2013. Kegiatan sosialisasi ini mengundang Dinas Pendidikan Kab/Kota di seluruh Indonesia yang mendapatkan DAK, yang dihadiri oleh para pejabat yang menangani DAK Bidang Dikmen di 450 Kab/kota. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua tahap dengan masing-masing tahap memiliki peserta sebanyak 225 Kab/kota. Tahap pertama dilaksanakan di Park Hotel, Cawang, Jakarta dan tahap kedua dilaksanakan di Putri Duyung Ancol, Jakarta. Sosialisasi DAK Bidang Dikmen ini dibuka oleh Bapak Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Prof. Musliar Kasim pada hari Sabtu tanggal 27 April 2013 pukul 19.30 WIB.Pada pembukaan,Bapak Wamendikbud Bidang Pendidikan antara lainmenyampaikan bahwa Kemdikbud akan melaksanakan pelatihan kepada guru sebelum kurikulum 2013 dilaksanakan. Setelah pembukaan oleh Bapak Wamendikbud Bidang Pendidikan, acara dilanjutkan dengan arahan kegiatan yang disampaikan oleh Bapak Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Hamid Muhamad Ph.D.. Dalam arahannya beliau menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa pada tahun 2013 akan dilaksanakan Pendidikan Menengah Universal (PMU). Beliau mengingatkan kepada peserta agar tidak menjadikan PMU sebagai bahan kampanye pendidikan gratis oleh calon kepala daerah pada pemilihan umum kepala daerah. Acara ditutup oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Drs. Mustaghfirin Amin, M.B.A. Pada acara ini, Beliau menyampaikan bahwa Pendidikan Menengah perlu meningkatkan APK sebesar 4% per tahunnya untuk mencapai target PMU, sehingga diperlukan peningkatan akses untuk menampung siswa. Diharapkan DAK bidang Pendidikan Menengah ini dapat mendukung pencapaian target tersebut diawali untuk merehabilitasi ruang belajar rusak berat. Di akhir arahan penutupan beliau menyampaikan agar Dinas Kab/Kota segera melaksanakan kegiatan DAK di daerah masing-masing, berkonsultasi dengan pemangku kepentingan, dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Semoga dengan adanya sosialisasi DAK Bidang Pendidikan Menengah T.A. 2013 ini, diharapkan proses pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Menengah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Adapun bahan yang mengenai DAK bisa di download disini.(dikmen)

Minggu, 21 April 2013

Uji Publik Kurikulum 2013: Penyederhanaan, Tematik-Integratif

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.

Menambah Jam Pelajaran
Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.


Skema 1. menyajikan tentang Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran. Sedang gambar 1. menggambarkan tentang strategi meningkatkan capaian pendidikan, yang digambarkan melalui sumbu x (efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan prefesionalitas guru), y (pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi) dan z (lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran).
Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam pelajaran. Di banyak negara, seperti AS dan Korea Selatan, akhirakhir ini ada kecenderungan dilakukan menambah jam pelajaran. Diketahui juga bahwa perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Bagaimana dengan pembelajaran di Finlandia yang relatif singkat. Jawabnya, di negara yang tingkat pendidikannya berada di peringkat satu dunia, singkatnya pembelajaran didukung dengan pembelajaran tutorial yang baik.
Penyusunan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada penyederhanaan, tematik-integratif mengacu pada kurikulum 2006 di mana ada beberapa permasalahan di antaranya; (i) konten kurikulum yang masih terlalu padat, ini ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (ii) belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (iii) kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (iv) belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (v) standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (vi) standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (vii) dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.


Skema 2 menggambarkan tentang kesenjangan kurikulum yang ada pada konsep kurikulum saat ini dengan konsep ideal. Kurikulum 2013 mengarah ke konsep ideal. Sedang skema 3 menjelaskan alasan terhadap pengembangan kurikulum 2013